PERKEMBANGAN ISLAM DI PALESTINA
Makalah
diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah Sejarah Peradaban Islam
Oleh:
Risma
Nur Aidha (NIM 1164050147)

ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI
JURNALISTIK
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN
GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
Puji serta syukur kehadirat Allah
SWT, atas izin serta keridhoan-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini
dibuat untuk memenuhi salah satu mata kuliah yaitu Sejarah Peradaban Islam. Penulis
berharap makalah ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi tugas mata kuliah
saja, lebih dari itu penulis berharap agar makalah ini dapat member manfaat dan
menambah wawasan sejarah keislaman. Penulis membuat makalah ini bersumber dari
berbagai buku dan internet sebagai pedoman pembuatan makalah.
Terimakasih penulis ucapkan kepada
dosen pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Kepada teman-teman
mahasiswa yang langsung maupun tidk langsung memberikan semangat dalam
pembuatan makalah ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang perlu
ditingkatkan dari pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
berbagai pihak sangat diharapkan.
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………1
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………….2
1.1 Latar Belakang
1.2RumusanMasalah
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………….3
1.4 Manfaat…………………………………………………………………………………..3
1.5 Metode Penelitian………………………………………………………………………..4
BAB II……………………………………………………………………………………….5
BAB
III……………………………………………………………………………………10
3.1
Kesimpulan………………………………………………………..…………………...10
3.2
Saran……………………………………………………………………………………11
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Palestina merupakan sebuah negeri
di kawasan Timur Tengah yang mengandung arti negeri orang-orang Filistin. Dalam
Alkitab Injil, Palestina disebut juga tanah Israel, tanah Tuhan, tanah suci,
dan tanah bangsa Ibrani. Negeri ini banyak mempunyai sejarah yang panjang bagi
agama-agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Batas-batas sekarang dibarat L. Tengah,
ditimur S. Yordania dan L. Mati di Utara G. Herman pada perbatasan
Suriah-Libanon, dan diselatan Semenanjung Sinai. Letaknya diantara Mesir dan
Asia Barat Daya menjadikannya pusat sengketa berbagai bangsa.
Palestina
merupakan wilayah yang diperebutkan, bukan karena letak geografisnya tapi juga
karena negerinya yang nyaman.
Palestina
pernah dikuasai oleh beberapa kaum dan kerajaan, kaum Yahudi pun pernah
mencicipi kejayaan di tanah suci ini, kerajaan Persia juga turut berjaya
didalamnya.
Lebih
dari itu islam juga pernah berjaya di Palestina bahkan kejayaan islam terkenal
hingga keluar Timur Tengah, Palestina juga pernah menjadi sentral perdagangan
sehingga banyak orang yang ingin menetap di Palestina.
Ada
banyak kaum, agama dan kerajaan yang pernah menguasai Palestina, selengkapnya
akan dibahas di makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
a. Suku-suku
mana saja yang pernah menguasai Palestina?
b. Kapan
islam masuk ke Palestina?
c. Kapan
islam jatuh di Palestina?
1.3 Tujuan Masalah
a. Untuk
mengetahui suku mana saja yang pernah berjaya di Palestina
b. Untuk
mengetahui kapan Islam masuk dan bagaimana penyebarannya
c. Untuk
mengetahui sebab keruntuhan Islam di Palestina
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat
penelitian bagi penulis dan pembaca
a.
Mengenal Islam di Timur Tengah khususnya
Palestina
b.
Mengetahui kejayaan Islam di Palestina
c. Mengetahui
keruntuhan Islam di Palestina
1.5 Metode Penyusunan
Data
yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh melalui berbagai cara. Pertama,
dengan membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan Sejarah Islam dan
berbagai macam sumber Internet.
BAB II
PEMBAHASAN
Palestina
disebut juga negeri Kan’an. Sejak lebih dari 4000 tahum, orang-orang Kan’an
telah hidup di Palestina. Meraka telah menbangun kota-kota dan istana.
Tempat-tempat peribatan yang dihiasi dengan berhala-berhala didrikan untuk
menyembah alam, terutama tuhan badai yang menciptakan manusia. Rumah-rumah
mereka juga dibangun dengan bentuk yang indah dan unik. Negeri ini kemudian
menjadi tempat turunnya sebagain Nabi Allah swt yang menyerukan umat manusia
untuk mengesakan-Nya. Diantara nabi yang turun di kota ini yaitu Ibrahim As dia
pernah berada di Mekkah meninggalkan putranya Ismail yang menjadi bapak bagi
sejumlah besar suku bangsa Arab. Putranya juga Ishaq tinggal ditanah Palestina.
Sekitar abad ke-13 atau ke 14 SM suka-suku Ibrani
dibahwah pimpinan Yusak berhasil menguasai beberapa kawasan Palestina. Ketika
itu, suku-suku Kan’an-Semitik yang berhasil semenanjung Arabia telah menghuni
kawasan tersebut. Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya dimasa nabi Daud AS dan
Sulaiman AS.akan tetapi, keberadaan yahudi segera terpecah kedalam dua
kerajaan: Israel dan Yahuza. Mulai abad ke 7 SM, kerajaan mereka berturut-turut
mendapat serangan dari Persia (Iran) Macedonia, Assyira, (Kota kuno di sekitar
Mesopotania, sekarang Irak), dan Babylonia (bagian selatan Mesopotania) pada
tahun 64 SM, kerajaan romawi menguasai Yerussalem (al-Quds), kemudian
melebarkan sayapnya keseluruh Palestina yang masa itu dihuni oleh bangsa-bangsa
Yahudi, Adomnia, Etoria, Amonia dan Arab. Pada saat itu, Taurat pun mengalami
penyelewengan dari aslinya dengan munculnya Talmud, kitab pedoman umat Yahudi
yang baru. Kedatangan Isa AS dengan membawa ajaran-ajaran Allah SWT yang
terhimpun dalam kitab Injil segera mendapat tantangan dari umat Yahudi.
Meskipun demikian, agama Isa yang kemudian dikenal dengan Nasrani atau Kristen
ini lambat laun berhasil menanamkan pengaruhnya kepada penduduk di kawasa itu.
Semenjak
awal sejarah Islam, Palestina, dan kota Yerusalem khususnya, telah menjadi
tempat suci bagi umat Islam. Sebaliknya bagi Yahudi dan Nasrani, umat Islam
telah menjadikan kesucian Palestina sebagai sebuah kesempatan untuk membawa
kedamaian kepada daerah ini.
Sekitar abad ke-7 mulailah kontak
Islam dan Palestina. Pada masa ini kawasan yang disebut Syam (Suriah) termasuk
didalamnya Palestina. Kontak awal Palestina dengan Islam ketika Nabi Muhammad
SAW mengadakan perjalanan Ilaihah (Isra). Yaitu perjalanan Nabi SAW dari Mekkah
ke Yerussalem. Setelah terjadi Isra, sejak periode Mekkah dan selama satu tahun
di Madinah, Baitul Maqdis merupakan kiblat pertama umat islam. Selain perintah
Allah swt juga pengisyaratkan protes Nabi SAW atas penganiayan orang-orang
Quraisy Mekkah terhadap kaum Muslimin serta larangan melakukan ibadah di
masjidil Harram. Pada tahun-tahun pertama perkembangan islam. Setelah satu
tahun di Madinah, datanglah perintah Allah terhadap rasulnya untuk menghadap
kiblat ke Ka’bah.
Setelah Muhammad wafat (632) ekspansi keluar
semenanjung Arabia dilakukan oleh para khalifahnya. Ditaklukan pada masa Abu
Bakar As-shidiq (632-634). Amr bin AS, yaitu Gaza (Mesir), secara
berturut-turut menaklukan Sabest (Samarra, Irak), Nablus, Ludd dan daerah
sekitarnya, Yupan, Awamas, Baitjibri (Arab), Yapa, dan Rafah. Abu Ubaidah
dimasa khalifah Umar bin Khottob (634-644) berhasil menaklukan Elia (sebutan
Yerussalem masa itu).
Palestina ditaklukkan oleh Umar Bin Khattab, khalifah
kedua. Ketika memasuki Yerusalem, toleransi, kebijaksanaan, dan kebaikan yang
ditunjukkannya kepada penduduk daerah ini, tanpa membeda-bedakan agama mereka
menandai awal dari sebuah zaman baru yang indah. Seorang pengamat agama
terkemuka dari Inggris Karen Armstrong menggambarkan penaklukan Yerusalem oleh
Umar dalam hal ini, dalam bukunya Holy
War:
Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai
seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius.
Sang Khalifah minta agar ia dibawa segera ke Haram asy-Syarif, dan di sana ia
berlutut berdoa di tempat temannya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Sang
uskup melihatnya dengan ketakutan. Ia pikir, pastilah akan menjadi penaklukan
penuh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel akan memasuki rumah
ibadat tersebut; Ia pastilah sang Anti Kristus yang akan menandai Hari Kiamat.
Kemudian Umar minta melihat tempat-tempat suci Nasrani, dan ketika ia berada di
Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang
uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula
menolak. Jika ia berdoa dalam gereja,
jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah
mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan Holy Sepulchre. Justru Umar pergi
sholat di tempat yang sedikit jauh dari gereja tersebut, dan cukup tepat
(perkiraannya), di tempat yang langsung berhadapan dengan Holy Sepulchre masih
ada sebuah mesjid kecil yang dipersembahkan untuk Khalifah Umar.
Mesjid besar Umar lainnya didirikan di Haram asy-Syarif
untuk menandai penaklukan oleh umat Islam, bersama dengan mesjid al-Aqsa yang
mengenang perjalanan malam Muhammad. Selama bertahun-tahun umat Nasrani menggunakan tempat reruntuhan biara
Yahudi ini sebagai tempat pembuangan sampah kota. Sang khalifah membantu umat
Islam membersihkan sampah ini dengan tangannya sendiri dan di sana umat
Islam membangun tempat sucinya sendiri untuk membangun Islam di kota suci
ketiga bagi dunia Islam.
Pendeknya, umat Islam membawa peradaban bagi
Yerusalem dan seluruh Palestina. Bukan memegang keyakinan yang tidak
menunjukkan hormat kepada nilai-nilai suci orang lain dan membunuh orang-orang
hanya karena mereka mengikuti keyakinan berbeda, budaya Islam yang adil,
toleran, dan lemah lembut membawa kedamaian dan ketertiban kepada masyarakat
Muslim, Nasrani, dan Yahudi di daerah itu. Umat Islam tidak pernah memilih
untuk memaksakan agama, meskipun beberapa orang non-Muslim yang melihat bahwa
Islam adalah agama sejati pindah agama dengan bebas menurut keinginannya
sendiri. Perdamaian dan ketertiban ini terus berlanjut sepanjang orang-orang
Islam memerintah di daerah ini. Akan tetapi, di akhir abad kesebelas, kekuatan
penakluk lain dari Eropa memasuki daerah ini dan merampas tanah beradab
Yerusalem dengan tindakan tak berperikemanusiaan dan kekejaman yang belum
pernah terlihat sebelumnya. Para penyerang ini adalah Tentara Perang Salib.
Ketika dunia islam mengalami masa
disintegrasi atau terpecah belah (1000-1250) palestina pernah berkali-kali
menjadi arena perang salib. Tentara
Perang Salib merampas Yerusalem setelah pengepungan lima minggu, dilanjutkan
perampasan perbendaharaan kota dan membantai orang-orang Yahudi dan Islam.
Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian,
sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti
ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari
100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari
orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan
panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang
perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099. Kota ini jatuh
setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke dalam,
mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan Yahudi
dibasmi dengan pedang. Perang salib satu terjadi antara tahun 1096 dan
1144. Perang salib dua antara tahun 1144 dan 1192. Perang salib tiga antara
1193 dan 1291.
Selama 400 tahun Palestina berada di bawah
kekuasaan Ottoman. Hal ini dimulai pada
tahun 1517 dalam rangka serangan Sultan Salim I terhadap Mamluk Mesir dan
berakhir pada tahun 1917/1918, ketika Inggris merebut kawasan Bulan Sabit dari
penduduk orang-orang Usmani. Periode antara abad ke-18 dan ke-20 merupakan masa
perubahan-perubahan dramatis. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh
beberapa factor, yaitu:
1.
Penetrasi, penerobosan bangsa asing dan
keterlibatan mereka dalam urusan-urusan negeri membuat Palestina menjadi
menjadi arena persaingan diantara kekuatan-kekuatan Eropa
2.
Pertumbuhan penduduk meleadak dengan
emigrasi Yahudi-Eropa secara besar-besaran sebagai akibat penindasan terhadap
mereka di Eropa Timur
3.
Menjadi pasar dunia akibat terjadinya
perkembangan ekonomi dan meluasnya hubungan antarnegara.
4.
Perubahan dalam peran pemerintah dan
struktur administrasi
5.
Munculnya kekuatan baru
Kesultanan Ottoman dan negara-negara Islam membangun
pemerintahan mereka berdasarkan perintah Al-Qur'an tentang pemerintahan yang toleran,
adil, dan berprikemanusiaan. Alasan keadilan dan peradaban yang dipertunjukkan
oleh Umar, Salahuddin, dan sultan-sultan Ottoman, serta banyak penguasa Islam,
yang diterima oleh Dunia Barat saat ini, adalah karena keimanan mereka kepada
perintah-perintah Al-Qur'an, yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di
antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat. (Qur'an, 4:58)
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang
benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap
dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin,
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan
(kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha
Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Qur'an, 4:135)
Penelitian tentang Palestina selama masa Ottoman terakhir
mengungkap suatu kemajuan dalam kesejahteraan, perdagangan, dan industri di
seluruh wilayah ini.
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku
adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula)
mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berlaku adil. (Qur'an, 60:8)
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu
berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu
melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian
itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah
surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku
adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Qur'an,
49:9)
Sejak
serangan berbagai bangsa datang silih berganti terhadap Palestina, umat yahudi
meninggalkan negeri ini dan mengadakan penyebaran diberbagai negeri, seperti di
Maroko, Spanyol, Rusia, dan Polandia. Keempat daerah tersebut pada masa-masa
selanjutnya bertransformasi menjadi pemukiman-pemukiman Yahudi. Ketika itu pula
gerakan Zionisme mulai tumbuh dan berkembang luas. Gerakan zionisme adalah
sebuah gerakan politik yang dilegitimasi oleh doktrin-doktrin agama yang
menghendaki agar orang-orang Yahudi menguasai seluruh wilayah Palestina tanpa
terkecuali. Inilah awal munculnya konflik berkepanjangan di Palestina dan
wilayah-wilayah Arab lainnya.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sekitar abad ke-13 atau ke 14 SM
suka-suku Ibrani dibahwah pimpinan Yusak berhasil menguasai beberapa kawasan
Palestina. Ketika itu, suku-suku Kan’an-Semitik yang berhasil semenanjung
Arabia telah menghuni kawasan tersebut. Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya
dimasa nabi Daud AS dan Sulaiman AS.akan tetapi, keberadaan yahudi segera
terpecah kedalam dua kerajaan: Israel dan Yahuza. Mulai abad ke 7 SM, kerajaan
mereka berturut-turut mendapat serangan dari Persia (Iran) Macedonia, Assyira,
(Kota kuno di sekitar Mesopotania, sekarang Irak), dan Babylonia (bagian
selatan Mesopotania) pada tahun 64 SM, kerajaan romawi menguasai Yerussalem
(al-Quds), kemudian melebarkan sayapnya keseluruh Palestina yang masa itu
dihuni oleh bangsa-bangsa Yahudi, Adomnia, Etoria, Amonia dan Arab.
Sekitar abad ke-7 mulailah kontak
Islam dan Palestina. Pada masa ini kawasan yang disebut Syam (Suriah) termasuk
didalamnya Palestina. Kontak awal Palestina dengan Islam ketika Nabi Muhammad
SAW mengadakan perjalanan Ilaihah (Isra). Yaitu perjalanan Nabi SAW dari Mekkah
ke Yerussalem. Setelah terjadi Isra, sejak periode Mekkah dan selama satu tahun
di Madinah. Palestina ditaklukkan oleh Umar Bin
Khattab, khalifah kedua.
Ketika dunia islam mengalami masa
disintegrasi atau terpecah belah (1000-1250) palestina pernah berkali-kali
menjadi arena perang salib. Tentara
Perang Salib merampas Yerusalem setelah pengepungan lima minggu, dilanjutkan
perampasan perbendaharaan kota dan membantai orang-orang Yahudi dan Islam.
Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian,
sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti
ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari
100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari
orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan
panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang
perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099. Kota ini jatuh
setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke
dalam, mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan
Yahudi dibasmi dengan pedang. Perang salib satu terjadi antara tahun
1096 dan 1144. Perang salib dua antara tahun 1144 dan 1192. Perang salib tiga
antara 1193 dan 1291. Namun mereka tidak pernah berhasil merebut Palestina dari
kekuasaan islam.
3.2
Saran
Ada beberapa saran yang akan
penulis sampaikan diantaranya yaitu sebagai berikut:
3.2.1 Saran untuk Para pembaca
Penulis berharap kepada para pembaca hendaknya
membaca makalah ini tidak sebagian tetapi seluruhnya sehingga tidak ada
kekeliruan atau kesalah pahaman.Dan Penulis berharap segala kesalahan dan
kekurangan dalam penyusunan makalah ini menggerakan hati pembaca untuk
memberikan masukan dan nasehat yang kedepannya bisa membuat penulis lebih maju
dan lebih bersemangat belajar.Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran
sebesar-besarnya, memahami dan melanjutkan penelitian.
3.2.2
Saran untuk Peneliti
Dalam proses pembuatan makalah ini, berbagai
kesulitan dirasakan oleh penulis, dari mulai melawan rasa malas hingga
kurangnya bahan guna menyelesaikan tugas ini, Penulis juga merasa, bahwa
makalah ini masih sangat banyak kekurangan, sehingga penulis berharap agar
pembaca memberi kritikan ataupun koreksi agar penulis dapat melakukan perbaikan
dalam makalah ini.
Daftar Pustaka
1.
Dr. Baraniq.1194.Muhammad dan Yahudi.Surabaya:Penerbit Pustaka Progresif.
3.
Ensiklopedi Islam
No comments:
Post a Comment