Wednesday, 29 March 2017

Makalah PERKEMBANGAN ISLAM DI PALESTINA

PERKEMBANGAN ISLAM DI PALESTINA
Makalah
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam
Oleh:
Risma Nur Aidha (NIM 1164050147)
logo.png

ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI JURNALISTIK
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017





            Puji serta syukur kehadirat Allah SWT, atas izin serta keridhoan-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu mata kuliah yaitu Sejarah Peradaban Islam. Penulis berharap makalah ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi tugas mata kuliah saja, lebih dari itu penulis berharap agar makalah ini dapat member manfaat dan menambah wawasan sejarah keislaman. Penulis membuat makalah ini bersumber dari berbagai buku dan internet sebagai pedoman pembuatan makalah.
            Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Kepada teman-teman mahasiswa yang langsung maupun tidk langsung memberikan semangat dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang perlu ditingkatkan dari pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan.


                                                                                                                     Penulis,









Kata Pengantar………………………………………………………………………………………1
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………….2
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………....3
1.2RumusanMasalah …………………………………………………………………………3
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………….3
1.4 Manfaat…………………………………………………………………………………..3
1.5 Metode Penelitian………………………………………………………………………..4
BAB II……………………………………………………………………………………….5
BAB III……………………………………………………………………………………10
3.1 Kesimpulan………………………………………………………..…………………...10
3.2 Saran……………………………………………………………………………………11










PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Palestina merupakan sebuah negeri di kawasan Timur Tengah yang mengandung arti negeri orang-orang Filistin. Dalam Alkitab Injil, Palestina disebut juga tanah Israel, tanah Tuhan, tanah suci, dan tanah bangsa Ibrani. Negeri ini banyak mempunyai sejarah yang panjang bagi agama-agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Batas-batas sekarang dibarat L. Tengah, ditimur S. Yordania dan L. Mati di Utara G. Herman pada perbatasan Suriah-Libanon, dan diselatan Semenanjung Sinai. Letaknya diantara Mesir dan Asia Barat Daya menjadikannya pusat sengketa berbagai bangsa.
Palestina merupakan wilayah yang diperebutkan, bukan karena letak geografisnya tapi juga karena negerinya yang nyaman.
Palestina pernah dikuasai oleh beberapa kaum dan kerajaan, kaum Yahudi pun pernah mencicipi kejayaan di tanah suci ini, kerajaan Persia juga turut berjaya didalamnya.
Lebih dari itu islam juga pernah berjaya di Palestina bahkan kejayaan islam terkenal hingga keluar Timur Tengah, Palestina juga pernah menjadi sentral perdagangan sehingga banyak orang yang ingin menetap di Palestina.
Ada banyak kaum, agama dan kerajaan yang pernah menguasai Palestina, selengkapnya akan dibahas di makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah
a.       Suku-suku mana saja yang pernah menguasai Palestina?
b.      Kapan islam masuk ke Palestina?
c.       Kapan islam jatuh di Palestina?
1.3  Tujuan Masalah
a.       Untuk mengetahui suku mana saja yang pernah berjaya di Palestina
b.      Untuk mengetahui kapan Islam masuk dan bagaimana penyebarannya
c.       Untuk mengetahui sebab keruntuhan Islam di Palestina
1.4  Manfaat Penelitian
1.      Manfaat penelitian bagi penulis dan pembaca
a.       Mengenal Islam di Timur Tengah khususnya Palestina
b.      Mengetahui kejayaan Islam di Palestina
c.       Mengetahui keruntuhan Islam di Palestina
1.5 Metode Penyusunan
Data yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh melalui berbagai cara. Pertama, dengan membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan Sejarah Islam dan berbagai macam sumber Internet.




















BAB II
PEMBAHASAN
 Palestina disebut juga negeri Kan’an. Sejak lebih dari 4000 tahum, orang-orang Kan’an telah hidup di Palestina. Meraka telah menbangun kota-kota dan istana. Tempat-tempat peribatan yang dihiasi dengan berhala-berhala didrikan untuk menyembah alam, terutama tuhan badai yang menciptakan manusia. Rumah-rumah mereka juga dibangun dengan bentuk yang indah dan unik. Negeri ini kemudian menjadi tempat turunnya sebagain Nabi Allah swt yang menyerukan umat manusia untuk mengesakan-Nya. Diantara nabi yang turun di kota ini yaitu Ibrahim As dia pernah berada di Mekkah meninggalkan putranya Ismail yang menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab. Putranya juga Ishaq tinggal ditanah Palestina.
Sekitar abad ke-13 atau ke 14 SM suka-suku Ibrani dibahwah pimpinan Yusak berhasil menguasai beberapa kawasan Palestina. Ketika itu, suku-suku Kan’an-Semitik yang berhasil semenanjung Arabia telah menghuni kawasan tersebut. Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya dimasa nabi Daud AS dan Sulaiman AS.akan tetapi, keberadaan yahudi segera terpecah kedalam dua kerajaan: Israel dan Yahuza. Mulai abad ke 7 SM, kerajaan mereka berturut-turut mendapat serangan dari Persia (Iran) Macedonia, Assyira, (Kota kuno di sekitar Mesopotania, sekarang Irak), dan Babylonia (bagian selatan Mesopotania) pada tahun 64 SM, kerajaan romawi menguasai Yerussalem (al-Quds), kemudian melebarkan sayapnya keseluruh Palestina yang masa itu dihuni oleh bangsa-bangsa Yahudi, Adomnia, Etoria, Amonia dan Arab. Pada saat itu, Taurat pun mengalami penyelewengan dari aslinya dengan munculnya Talmud, kitab pedoman umat Yahudi yang baru. Kedatangan Isa AS dengan membawa ajaran-ajaran Allah SWT yang terhimpun dalam kitab Injil segera mendapat tantangan dari umat Yahudi. Meskipun demikian, agama Isa yang kemudian dikenal dengan Nasrani atau Kristen ini lambat laun berhasil menanamkan pengaruhnya kepada penduduk di kawasa itu.
Semenjak awal sejarah Islam, Palestina, dan kota Yerusalem khususnya, telah menjadi tempat suci bagi umat Islam. Sebaliknya bagi Yahudi dan Nasrani, umat Islam telah menjadikan kesucian Palestina sebagai sebuah kesempatan untuk membawa kedamaian kepada daerah ini.
Sekitar abad ke-7 mulailah kontak Islam dan Palestina. Pada masa ini kawasan yang disebut Syam (Suriah) termasuk didalamnya Palestina. Kontak awal Palestina dengan Islam ketika Nabi Muhammad SAW mengadakan perjalanan Ilaihah (Isra). Yaitu perjalanan Nabi SAW dari Mekkah ke Yerussalem. Setelah terjadi Isra, sejak periode Mekkah dan selama satu tahun di Madinah, Baitul Maqdis merupakan kiblat pertama umat islam. Selain perintah Allah swt juga pengisyaratkan protes Nabi SAW atas penganiayan orang-orang Quraisy Mekkah terhadap kaum Muslimin serta larangan melakukan ibadah di masjidil Harram. Pada tahun-tahun pertama perkembangan islam. Setelah satu tahun di Madinah, datanglah perintah Allah terhadap rasulnya untuk menghadap kiblat ke Ka’bah.
Setelah Muhammad wafat (632) ekspansi keluar semenanjung Arabia dilakukan oleh para khalifahnya. Ditaklukan pada masa Abu Bakar As-shidiq (632-634). Amr bin AS, yaitu Gaza (Mesir), secara berturut-turut menaklukan Sabest (Samarra, Irak), Nablus, Ludd dan daerah sekitarnya, Yupan, Awamas, Baitjibri (Arab), Yapa, dan Rafah. Abu Ubaidah dimasa khalifah Umar bin Khottob (634-644) berhasil menaklukan Elia (sebutan Yerussalem masa itu).
Palestina ditaklukkan oleh Umar Bin Khattab, khalifah kedua. Ketika memasuki Yerusalem, toleransi, kebijaksanaan, dan kebaikan yang ditunjukkannya kepada penduduk daerah ini, tanpa membeda-bedakan agama mereka menandai awal dari sebuah zaman baru yang indah. Seorang pengamat agama terkemuka dari Inggris Karen Armstrong menggambarkan penaklukan Yerusalem oleh Umar dalam hal ini, dalam bukunya Holy War:
Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar ia dibawa segera ke Haram asy-Syarif, dan di sana ia berlutut berdoa di tempat temannya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Sang uskup melihatnya dengan ketakutan. Ia pikir, pastilah akan menjadi penaklukan penuh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel akan memasuki rumah ibadat tersebut; Ia pastilah sang Anti Kristus yang akan menandai Hari Kiamat. Kemudian Umar minta melihat tempat-tempat suci Nasrani, dan ketika ia berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula menolak. Jika ia berdoa dalam gereja, jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan Holy Sepulchre. Justru Umar pergi sholat di tempat yang sedikit jauh dari gereja tersebut, dan cukup tepat (perkiraannya), di tempat yang langsung berhadapan dengan Holy Sepulchre masih ada sebuah mesjid kecil yang dipersembahkan untuk Khalifah Umar.
Mesjid besar Umar lainnya didirikan di Haram asy-Syarif untuk menandai penaklukan oleh umat Islam, bersama dengan mesjid al-Aqsa yang mengenang perjalanan malam Muhammad. Selama bertahun-tahun umat Nasrani menggunakan tempat reruntuhan biara Yahudi ini sebagai tempat pembuangan sampah kota. Sang khalifah membantu umat Islam membersihkan sampah ini dengan tangannya sendiri dan di sana umat Islam membangun tempat sucinya sendiri untuk membangun Islam di kota suci ketiga bagi dunia Islam.
 Pendeknya, umat Islam membawa peradaban bagi Yerusalem dan seluruh Palestina. Bukan memegang keyakinan yang tidak menunjukkan hormat kepada nilai-nilai suci orang lain dan membunuh orang-orang hanya karena mereka mengikuti keyakinan berbeda, budaya Islam yang adil, toleran, dan lemah lembut membawa kedamaian dan ketertiban kepada masyarakat Muslim, Nasrani, dan Yahudi di daerah itu. Umat Islam tidak pernah memilih untuk memaksakan agama, meskipun beberapa orang non-Muslim yang melihat bahwa Islam adalah agama sejati pindah agama dengan bebas menurut keinginannya sendiri. Perdamaian dan ketertiban ini terus berlanjut sepanjang orang-orang Islam memerintah di daerah ini. Akan tetapi, di akhir abad kesebelas, kekuatan penakluk lain dari Eropa memasuki daerah ini dan merampas tanah beradab Yerusalem dengan tindakan tak berperikemanusiaan dan kekejaman yang belum pernah terlihat sebelumnya. Para penyerang ini adalah Tentara Perang Salib.

Ketika dunia islam mengalami masa disintegrasi atau terpecah belah (1000-1250) palestina pernah berkali-kali menjadi arena perang salib. Tentara Perang Salib merampas Yerusalem setelah pengepungan lima minggu, dilanjutkan perampasan perbendaharaan kota dan membantai orang-orang Yahudi dan Islam. Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian, sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari 100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099. Kota ini jatuh setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke dalam, mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan Yahudi dibasmi dengan pedang. Perang salib satu terjadi antara tahun 1096 dan 1144. Perang salib dua antara tahun 1144 dan 1192. Perang salib tiga antara 1193 dan 1291.
      Selama 400 tahun Palestina berada di bawah kekuasaan  Ottoman. Hal ini dimulai pada tahun 1517 dalam rangka serangan Sultan Salim I terhadap Mamluk Mesir dan berakhir pada tahun 1917/1918, ketika Inggris merebut kawasan Bulan Sabit dari penduduk orang-orang Usmani. Periode antara abad ke-18 dan ke-20 merupakan masa perubahan-perubahan dramatis. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa factor, yaitu:
1.      Penetrasi, penerobosan bangsa asing dan keterlibatan mereka dalam urusan-urusan negeri membuat Palestina menjadi menjadi arena persaingan diantara kekuatan-kekuatan Eropa
2.      Pertumbuhan penduduk meleadak dengan emigrasi Yahudi-Eropa secara besar-besaran sebagai akibat penindasan terhadap mereka di Eropa Timur
3.      Menjadi pasar dunia akibat terjadinya perkembangan ekonomi dan meluasnya hubungan antarnegara.
4.      Perubahan dalam peran pemerintah dan struktur administrasi
5.      Munculnya kekuatan baru
Kesultanan Ottoman dan negara-negara Islam membangun pemerintahan mereka berdasarkan perintah Al-Qur'an tentang pemerintahan yang toleran, adil, dan berprikemanusiaan. Alasan keadilan dan peradaban yang dipertunjukkan oleh Umar, Salahuddin, dan sultan-sultan Ottoman, serta banyak penguasa Islam, yang diterima oleh Dunia Barat saat ini, adalah karena keimanan mereka kepada perintah-perintah Al-Qur'an, yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qur'an, 4:58)
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Qur'an, 4:135)
Penelitian tentang Palestina selama masa Ottoman terakhir mengungkap suatu kemajuan dalam kesejahteraan, perdagangan, dan industri di seluruh wilayah ini.
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Qur'an, 60:8)
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Qur'an, 49:9)
Sejak serangan berbagai bangsa datang silih berganti terhadap Palestina, umat yahudi meninggalkan negeri ini dan mengadakan penyebaran diberbagai negeri, seperti di Maroko, Spanyol, Rusia, dan Polandia. Keempat daerah tersebut pada masa-masa selanjutnya bertransformasi menjadi pemukiman-pemukiman Yahudi. Ketika itu pula gerakan Zionisme mulai tumbuh dan berkembang luas. Gerakan zionisme adalah sebuah gerakan politik yang dilegitimasi oleh doktrin-doktrin agama yang menghendaki agar orang-orang Yahudi menguasai seluruh wilayah Palestina tanpa terkecuali. Inilah awal munculnya konflik berkepanjangan di Palestina dan wilayah-wilayah Arab lainnya.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sekitar abad ke-13 atau ke 14 SM suka-suku Ibrani dibahwah pimpinan Yusak berhasil menguasai beberapa kawasan Palestina. Ketika itu, suku-suku Kan’an-Semitik yang berhasil semenanjung Arabia telah menghuni kawasan tersebut. Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya dimasa nabi Daud AS dan Sulaiman AS.akan tetapi, keberadaan yahudi segera terpecah kedalam dua kerajaan: Israel dan Yahuza. Mulai abad ke 7 SM, kerajaan mereka berturut-turut mendapat serangan dari Persia (Iran) Macedonia, Assyira, (Kota kuno di sekitar Mesopotania, sekarang Irak), dan Babylonia (bagian selatan Mesopotania) pada tahun 64 SM, kerajaan romawi menguasai Yerussalem (al-Quds), kemudian melebarkan sayapnya keseluruh Palestina yang masa itu dihuni oleh bangsa-bangsa Yahudi, Adomnia, Etoria, Amonia dan Arab.
Sekitar abad ke-7 mulailah kontak Islam dan Palestina. Pada masa ini kawasan yang disebut Syam (Suriah) termasuk didalamnya Palestina. Kontak awal Palestina dengan Islam ketika Nabi Muhammad SAW mengadakan perjalanan Ilaihah (Isra). Yaitu perjalanan Nabi SAW dari Mekkah ke Yerussalem. Setelah terjadi Isra, sejak periode Mekkah dan selama satu tahun di Madinah. Palestina ditaklukkan oleh Umar Bin Khattab, khalifah kedua.
Ketika dunia islam mengalami masa disintegrasi atau terpecah belah (1000-1250) palestina pernah berkali-kali menjadi arena perang salib. Tentara Perang Salib merampas Yerusalem setelah pengepungan lima minggu, dilanjutkan perampasan perbendaharaan kota dan membantai orang-orang Yahudi dan Islam. Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian, sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari 100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099. Kota ini jatuh setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke dalam, mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan Yahudi dibasmi dengan pedang. Perang salib satu terjadi antara tahun 1096 dan 1144. Perang salib dua antara tahun 1144 dan 1192. Perang salib tiga antara 1193 dan 1291. Namun mereka tidak pernah berhasil merebut Palestina dari kekuasaan islam.
3.2 Saran
Ada beberapa saran yang akan penulis sampaikan diantaranya yaitu sebagai berikut:
               3.2.1 Saran untuk Para pembaca
Penulis berharap kepada para pembaca hendaknya membaca makalah ini tidak sebagian tetapi seluruhnya sehingga tidak ada kekeliruan atau kesalah pahaman.Dan Penulis berharap segala kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini menggerakan hati pembaca untuk memberikan masukan dan nasehat yang kedepannya bisa membuat penulis lebih maju dan lebih bersemangat belajar.Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran sebesar-besarnya, memahami dan melanjutkan penelitian.
                 3.2.2 Saran untuk Peneliti
Dalam proses pembuatan makalah ini, berbagai kesulitan dirasakan oleh penulis, dari mulai melawan rasa malas hingga kurangnya bahan guna menyelesaikan tugas ini, Penulis juga merasa, bahwa makalah ini masih sangat banyak kekurangan, sehingga penulis berharap agar pembaca memberi kritikan ataupun koreksi agar penulis dapat melakukan perbaikan dalam makalah ini.



Daftar Pustaka
1.      Dr. Baraniq.1194.Muhammad dan Yahudi.Surabaya:Penerbit Pustaka Progresif.

3.      Ensiklopedi Islam

No comments:

Post a Comment