Assalamualaikuuuum, hai kali ini aku mau ceritain dikit nih tentang Pondok Pesantren Suryalaya plus kehidupan aku selama rantau disini, kalo mau tau banyak pesantren aja di sini yakkk.. hehe.
Oke, kita mulai. Pondok Pesantren Suryalaya berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Suryalaya diambil dari kata Surya yang artinya terbit dan Laya artinya tempat, jadi kalo disatuin kurang lebih artinya Tempat Terbit.
Suryalaya juga terkenal dengan panggilan Kajembaran Rahmaniah, Kajembaran (kabeungharan) artinya Kekayaan dan Rahmaniyah artinya memiliki sifat kasih sayang Allah, sebenarnya banyak arti luas, ini hanya sebagian kecil aja, yang aku ketahui.
Suryalaya didirikan pada 05 September 1905, jadi sekarang Suryalaya genap 105 tahun.
Pendiri Ponpes Suryalaya yaitu Syekh Abdullah Mubarok bin Noor Muhammad dikenal dengan abah sepuh, lalu diturunkan pada putranya Syekh Ahmad Shohibul Wafataajul Arifin atau dikenal juga dengan panggilan Abah Anom (mursyid TQN 37).
Tinggal di rantau tepatnya di Suryalaya ini aku sendiri banyak mengalami perubahan, yang pasti lebih dewasa, gimana enggak gitu, hidup di rantau kita harus pintar pintar ngurus diri sendiri, ngatur uang pengeluaran, ngatur waktu, apalagi di Ponpes Suryalaya ini kegiatan sekolah dan kegiatan pesantren sama sama sibuknya.
Di Ponpes Suryalaya ada beberapa jenjang pendidikan, dari mulai Paud, TK, SD, SMP, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMK, SMA dan Perguruan Tinggi. Semuanya dibawah naungan Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya, aku sendiri sekolah di Madrasah Aliyahnya, kenapa?
Pertama, Aliyah itu deket dengan lokasi masjid besar Nurul Asror, masjid jami Ponpes Suryalaya.
Kedua, di Madrasah Aliyah kita juga nggak cuma dapet pelajaran umum tapi juga pelajaran agamanya, ada nilai plus nya nih.
Ketiga, emang pas daftar gatau ada SMK atau SMA, hehe. Tapi meski gitu aku tetep bakal pilih Aliyah, karena ada nilai plus tertentu.
Di Ponpes Suryalaya, kita bisa pilih tinggal di asrama tentunya asrama putri dan putra, ataupun tinggal di kos kosan biasa. Kenapa? Karena buat mondok disini kita nggak diwajibkan tinggal di asrama, mungkin karena lokasinya yang berbaur langsung dengan masyarakat.
Buat pesantrennya sendiri waktu ngajinya terbagi 4 sesi waktu.
Pertama, bada shubuh.
Kedua, bada ashar.
Ketiga, bada maghrib.
Keempat, bada isya.
Eitts jangan bilang beres dulu, sesudah ngaji bada isya kita langsung mengikuti kegiatan sholawatan, sholat sunnah Istikharah, Mutlak, dan Hajat secara berjamaah. Setelah itu apa lagi? Masih ada kegiatan yaitu penghukumann, enggggg.. bagi yang nggak ngaji satu waktu, dikenakan hukuman oleh pihak Amn Ponpes. Nah, setelah itu baru bisa pulang, sekitar pukul 21.30 kurang lebih kegiatan berakhir.
Nah, untuk sekolah formalnya, kalo aku sendiri kan di Aliyah, itu kegiatan formal belajarnya pukul 07.00 hingga 15.00, cape pasti dong.
Nah ini nih nilai plus yang tadi aku bilang sekolah di Aliyah, jadi pas waktu istirahat sekitar pukul 10.00 siswa Aliyah bisa mengerjakan sholat Dhuha, dan istirahat ke dua pukul 12.00 kembali berjamaah sholat Dhuhur, kerenkan?
Hingga sekarang, nggak kerasa. Aku sendiri sudah menginjak kelas XII di Aliyah ini, tinggal 3 tahun di ranah orang, suka duka hidup terasa, nggak ada kata manja manja. Sakit, yaudah urus sendiri, nyuci sendiri, masak sendiri, ehh bagi yang masak tergantung lokasi tempat tinggalnya, kalo asrama sih ya dimasakin, kalo aku tinggal di kosan.
Yaudahlah, segitu aja cerita dari aku, buat yang kepo pengen tau lebih, tunggu pos selanjutnyaaa, byeee...
Wednesday, 3 February 2016
PONDOKKU, PESANTREN SURYALAYA
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment