Friday, 29 May 2020

Seberapa Penting Gaya Hidup Sehat Bagi Remaja?


Dewasa ini, banyak remaja yang kurang peduli akan kesehatan bagi dirinya. Gaya hidup sehat bagi remaja itu sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh, lho. Remaja saat ini, memang terlihat begitu sibuk. Dengan beragam kegiatan-kegiatan yang penuh sesak dalam setiap harinya. Kesibukanya itu yang membuat para remaja melupakan bahwa tubuhnya memiliki hak untuk mendapatkan kesehatan.  Lalu seperti apa contoh gaya hidup tidak sehat itu, ya?
Gaya hidup tidak sehat yang sering dilakukan contohnya adalah, sering tidur larut malam, sering memakan makanan cepat saji (junkfood), olahraga tidak teratur, dan kurang memerhatikan gizi seimbang. Wah, pola hidup seperti itu sangat sering kita lakukan, ya. Apalagi saat kumpul bersama teman-teman. Makanan cepat saji sudah pasti wajib ada dalam setiap pertemuan.
Menerapkan gaya hidup tidak sehat, sangat memiliki potensi besar untuk mengundang banyak masalah, lho. Terkadang remaja berpikir bahwa, saat usia muda mereka tidak akan terserang penyakit apapun, mereka menikmat hidup dengan gaya hidup yang sangat buruk, dan terus berulang setiap hari. Padahal itu semua sangatlah salah. Penyakit tidak akan memandang usia, jenis kelamin, apalagi melihat kamu yang berparas cantik atau tampan. Penyakit sama sekali tidak memandang itu semua. Kita lengah, mereka bisa membunuh kita kapanpun. Begitu mengerikan bukan?
Mungkin bisa saja saat ini, kita para generasi  muda merasa sangat sehat. Tapi, kita tidak tahu apa investasi penyakit yang akan datang dikemudian hari. Gaya hidup tidak sehat ini, biasanya mengundang banyak penyakit tidak menular. Data WHO menunjukan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular akibat gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit tidak menular juga membunuh penduduk dengan usia yang lebih muda.
Pada negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah, dari seluruh kematian yang terjadi pada orang-orang berusia kurang dari 60 tahun, 29% disebabkan oleh penyakit tidak menular, sedangkan di negara-negara maju menyebabkan 13% kematian. Proporsi penyebab kematian penyakit tidak menular pada orang-orang berusia kurang dari 60 tahun meliputi: penyakit kardiovaskular merupakan penyebab terbesar (39%), diikuti kanker (27%), sedangkan penyakit pernafasan kronis, penyakit pencernaan dan penyakit tidak menular yang lain bersama-sama menyebabkan sekitar 30% kematian, serta 4% kematian disebabkan diabetes melitus. Dalam jumlah total, pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun karena penyakit tidak menular (WHO, 2013).
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010, kematian karena penyakit tidak menular semakin meningkat, sedangkan kematian karena penyakit menular semakin menurun. Di Indonesia proposi penyakit menular telah menurun sepertiganya dari 44% menjadi 26,1%, akan tetapi proposi penyakkit tidak menular mengalami peningkatan cukup tinggi, dari 41,7% menjadi 59,5% (Depkes RI, 2012).
Sebentar lagi Indonesia pada tahun 2020-2030 akan mengalami masa keemasan yaitu menghadapi bonus demografi. Bonus demografi adalah banyaknya penduduk Indonesia yang berusia produktif dibandingkan usia non produktif, menurut badan pusat statitiska usia produktif adalah penduduk yang rata-rata memiliki usia 15-65 tahun, sekitar 70% usia produktif akan mendominasi Indonesia.
Kemungkinan bonus demografi akan menerpa generasi remaja sekarang. Sebelum kita sebagai generasi millennial Indonesia menghadapi bonus demografi, kita harus bersiap terlebih dulu dengan menjadi remaja yang sehat dengan gaya hidup yang baik. Jangan sampai nanti ketika masa emas itu datang, justru kita terserang penyakit dan tidak turut merayakan keberhasilan bonus demografi di Indonesia, sayang sekali kan jika dilewatkan oleh kita?
Menurut saya, ada banyak hal mudah yang bisa diterapkan oleh para remaja dalam menjalankan gaya hidup sehat. Tidak perlu mahal, asalkan kita konsisten dalam menjalankannya. Sedikitnya ada  gaya hidup sehat remaja menurut saya.
1.      Menjaga makanan dan minuman
Makanan menjadi kunci utama dalam menjalankan gaya hidup sehat. Perbanyak makan buah, sayur, ikan, kacang-kacangan dan makanan sehat lainnya. Tentu memakan makanan cepat saji seperti junkfood  itu boleh. Asalkan tidak terlalu sering. Apapun yang berlebihan itu tidaklah baik. Hal ini berlaku juga untuk minuman. Dalam menjalankan gaya hidup sehat remaja, kita harus menghindari minuman yang banyak mengandung gula ataupun soda, apalagi minuman beralkohol. Perbanyak minum air putih agar kita tidak merasa dehidrasi.
2.      Olahraga teratur
Remaja boleh aktif beraktifitas, tapi olahraga juga harus tetap aktif. Minimal setidaknya tiga kali dalam satu minggu. Olahraga merupakan hal penting dalam menjaga keseimbangan. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya obesitas. Keuntungan lain dari olahraga juga bisa membuat wajah semakin terlihat segar dan badan selalu sehat.
3.      Menciptakan lingkungan yang sehat
Lingkungan yang sehat adalah cerminan dari tubuh yang sehat pula.  Lingkungan yang sehat dan perlu kita jaga meliputi air, udara, tanah dan tetap menjaga tumbuhan.  Apabila kita hidup di lingkungan yang tidak baik, seperti sering berkumpul dengan orang perokok, lingkungan yang banyak sampah, dan lain-lain. Dengan lingkungan yang tidak sehat maka dapat memicu kesehatan kita juga.
4.      Menghindari stress
Stress memang sulit dihindari oleh sebagian remaja ketika memiliki banyak tekanan, hal ini tentu dapat memengaruhi kesehatan kita baik secara fisik maupun psikis. Kita bisa menyalurkan beban kita pada hal yang lebih positif, seperti menyalurkan hobi, menjadi bagian dari relawan misalnya, atau sekedar menenangkan diri untuk berlibur. Apapun yang membuat kita tidak tertekan, selagi itu positif maka lakukanlah.
5.      Istirahat cukup
Aktivitas boleh banyak, tapi jangan lupa untuk istirahat yang cukup. Tubuh memiliki hak untuk istirahat, dengan istirahat yang cukup, kita bisa memulai aktivitas dengan lebih semangat dipagi hari.
Kita harus selalu berpikir bahwa sehat itu adalah hal yang paling mahal. Apa jadinya jika kita telah terlanjur jatuh sakit. Berapa banyak uang yang harus dikeluarkan, berapa banyak hal positif yang biasa kita lakukan terlewatkan. Apalagi sebagai remaja yang aktif dan produktif. Sesibuk apapun kegiatan kita, tetap harus bisa menyeimbangkan gaya hidup sehat. Apalagi remaja, jangan sampai penyakit menyerang masa depan kita di kemudian hari.
Yuk, kita mulai gaya hidup sehat ala remaja!




Daftar Pustaka
Dimas Aditya Nugraha., S. D. (2014). SIAPA MAU BONUS? PELUANG DEMOGRAFI INDONESIA. Jakarta: KOMINFO.
Depkes RI. 2005. Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat
Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Depkes RI. 2012. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010: Jakarta.
Anies. 2006. Waspada Ancaman Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT.Elex Media
Komputindo.


No comments:

Post a Comment