Corona jadi trending topic sejak awal munculnya pemberitaan WNI
terkena virus ini pada pertengahan bulan Maret 2020. Hingga hari ini, corona
masih merajalela memadati pemberitaan dan mengalahkan bermacam issu di
Indonesia. Semua orang ketakutan, aku sendiri merasakan parno yang belum pernah
aku rasakan. Satu bulan, dua bulan, hingga bulan ini, menginjak bulan ke tiga Corona
masih merajalela di panggung kehidupan manusia.
Corona ini, benar
benar memiliki kekuatan yang hebat. Ramadan, bulannya umat Islam, terasa sangat
asing. Kegiatan peribadahan dirumahkan. Euphoria yang biasanya dirasakan
sungguh sangat terasa hilang. Penjual takjil yang menyurut, orang orang
menggunakan masker, tidak bisa memasuki kerumunan dan banyaaak hal lain.
Kondisi yang sangat asing. Kita tidak mungkin terus menerus menjalani kehidupan
tidak normal ini, kan?
Jujur, kondisi
seperti ini sungguh sangat menyedihkan dan melelahkan. Semua sektor lumpuh.
Manusia terisolasi dan tidak bisa bebas interaksi. Bosan sekali rasanya. Semenjak
awal munculnya rasa bosan, kegiatan yang tanpa sadar sering aku lakukan adalah
menatap bebas ke langit malam. Kadang berbintang, kadang ada bulan. Kadang
penuh awan mendung. Cantik sekali. Aku lihat, rasanya aku merasa bebas sejenak.
Aku bayangkan, pasti aku akan bebas seperti kehidupan normal kembali. Meskipun
tidak hari esok, setidaknya aku harus tetap bertahan hidup agar bisa merasakan
kebebasan seperti biasa. Aku harus bertahan hidup, artinya aku harus bisa
menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bisa melawan Corona. Aku ingat itu setiap
kali aku sudah merasa sangat penat ketika dirumah.
Aku tau dan
merasakan sulitnya untuk tetap tinggal dirumah hingga selama ini. Apalagi jenis
manusia sepertiku, yang tidak bisa bertahan lama disebuah ruangan dengan
kegiatan yang berulang. Tapi, aku juga tau. Aku tidak boleh jadi manusia yang
egois dan mementingkan kesenangan sesaat. Banyak orang mendambakan kebebasan,
sembuh dan menjalani hidup normal. Bencana kemanusiaan sedang diuji, kunci dari
penyebarannya justru ada pada orang orang bandel dan sulit diatur. Karena aku
ingin kebebasan yang mutlak, maka aku bisa bertahan sejauh ini meskipun
terkadang stress dan masih belum sepenuhnya sadar akan kondisi yang nyata.
Belum pasti kapan
berakhirnya penyebaran virus ini yang semakin menjadi, data terakhir mencatat,
sudah mencapai puluhan ribu jiwa yang terpapar virus ini. Banyak yang sudah
berubah setelah virus Corona singgah. Teriring doa, semoga aku, kamu, kita
semua tetap sehat. Bisa bertahan ditengah bencana ini. Aku ingin, hidup seperti
biasa. Bertegur sapa, bersilaturahmi tanpa batas, mengejar banyak mimpi, dan
banyak hal lain. Aku sangaaaat rindu menghirup kebebasan yang nyata, tanpa
sekat yang tidak terlihat seperti virus ini. Doakan Indonesia segera membaik,
ya. Kamu sehat-sehat, dan tetap #dirumahaja.
No comments:
Post a Comment