Friday, 29 May 2020

Setelah Corna Mau Ngapain?


Corona jadi trending topic sejak awal munculnya pemberitaan WNI terkena virus ini pada pertengahan bulan Maret 2020. Hingga hari ini, corona masih merajalela memadati pemberitaan dan mengalahkan bermacam issu di Indonesia. Semua orang ketakutan, aku sendiri merasakan parno yang belum pernah aku rasakan. Satu bulan, dua bulan, hingga bulan ini, menginjak bulan ke tiga Corona masih merajalela di panggung kehidupan manusia.
            Corona ini, benar benar memiliki kekuatan yang hebat. Ramadan, bulannya umat Islam, terasa sangat asing. Kegiatan peribadahan dirumahkan. Euphoria yang biasanya dirasakan sungguh sangat terasa hilang. Penjual takjil yang menyurut, orang orang menggunakan masker, tidak bisa memasuki kerumunan dan banyaaak hal lain. Kondisi yang sangat asing. Kita tidak mungkin terus menerus menjalani kehidupan tidak normal ini, kan?
            Jujur, kondisi seperti ini sungguh sangat menyedihkan dan melelahkan. Semua sektor lumpuh. Manusia terisolasi dan tidak bisa bebas interaksi. Bosan sekali rasanya. Semenjak awal munculnya rasa bosan, kegiatan yang tanpa sadar sering aku lakukan adalah menatap bebas ke langit malam. Kadang berbintang, kadang ada bulan. Kadang penuh awan mendung. Cantik sekali. Aku lihat, rasanya aku merasa bebas sejenak. Aku bayangkan, pasti aku akan bebas seperti kehidupan normal kembali. Meskipun tidak hari esok, setidaknya aku harus tetap bertahan hidup agar bisa merasakan kebebasan seperti biasa. Aku harus bertahan hidup, artinya aku harus bisa menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bisa melawan Corona. Aku ingat itu setiap kali aku sudah merasa sangat penat ketika dirumah.
            Aku tau dan merasakan sulitnya untuk tetap tinggal dirumah hingga selama ini. Apalagi jenis manusia sepertiku, yang tidak bisa bertahan lama disebuah ruangan dengan kegiatan yang berulang. Tapi, aku juga tau. Aku tidak boleh jadi manusia yang egois dan mementingkan kesenangan sesaat. Banyak orang mendambakan kebebasan, sembuh dan menjalani hidup normal. Bencana kemanusiaan sedang diuji, kunci dari penyebarannya justru ada pada orang orang bandel dan sulit diatur. Karena aku ingin kebebasan yang mutlak, maka aku bisa bertahan sejauh ini meskipun terkadang stress dan masih belum sepenuhnya sadar akan kondisi yang nyata.
            Belum pasti kapan berakhirnya penyebaran virus ini yang semakin menjadi, data terakhir mencatat, sudah mencapai puluhan ribu jiwa yang terpapar virus ini. Banyak yang sudah berubah setelah virus Corona singgah. Teriring doa, semoga aku, kamu, kita semua tetap sehat. Bisa bertahan ditengah bencana ini. Aku ingin, hidup seperti biasa. Bertegur sapa, bersilaturahmi tanpa batas, mengejar banyak mimpi, dan banyak hal lain. Aku sangaaaat rindu menghirup kebebasan yang nyata, tanpa sekat yang tidak terlihat seperti virus ini. Doakan Indonesia segera membaik, ya. Kamu sehat-sehat, dan tetap #dirumahaja.

No comments:

Post a Comment