Jika dirasa saat ini aku sedang merasakannya. Bahkan setiap hari kita merasakannya, contoh sayang dari orangtua kepada kita.
Sayang adalah rasa ingin memberi tanpa berharap sebuah balasan, dimatanya kita ingin terkesan, ingin selalu berusaha menyempatkan diri bahwa setiap dia butuh kita ada untuknya.
Sayang dan cinta tentu berbeda, tapi yang ingin aku bahas di sini adalah sayang.
Dulu, sebelum aku mengerti dari sebuah pengalaman apa itu sayang, aku tidak berusaha mencari tau.
Tapi sekarang tanpa harus dicari tau akhirnya aku bisa merasakan.
Sayang kepada orangtua yang orang bilang sebenarnya sejak lama aku tidak memahaminya, dalam konteks ini tidak berarti aku tidak sayang pada orangtuaku, tapi aku hanya bingung. Dan akhirnya arti sayang aku temukan bersama orang yang sering bersamaku, seorang laki-laki yang sederhana. Aku mulai faham apa itu sayang, seperti itulah dimatanya aku ingin terlihat berguna, tidak berharap sebuah balasan dari apa yang telah dikorbankan. Dan aku tau sekarang bahwa aku memang sayang kedua orangtua, dan keluargaku.
Bagi yang belum menemukan dan merasakan apa itu sayang, bisa jadi kalian temukan pada oranglain sepertiku. Setelah kita temukan sayang dari oranglain, baru kita akan merasakan sayangnya orangtua pada kita, maupun keluarga kita semua.
Semoga sebuah rasa sayang tetap terjaga diantara kita, arigatou^^
Wednesday, 26 October 2016
Sayang itu..
Saturday, 23 July 2016
Boleh, sedikit mencicipi rasanya langsing?
Aku, bisa dibilang montok. Aku lebih senang dipanggil montok daripada gendut, gembrot, gentong whatever semua istilah istilah buat sebutan orang gendut.
Pencapaian berat badanku pernah hingga 70kg! Geeela aku gak pernah percaya berat hampir menyaingi bapak gueeee..
Sebenarnya, montokku ini sebagian dari keturunan keluarga, semua anggota keluargaku mencapi berat yang lebih, entah. Tapi, aku tidak terlalu menyalahkannya, postif tinking kalo Allah sayang deh sama aku :3
Hingga akhirnya, aku mencicipi bagimana rasanya diet, aku benci melihat badan di kaca, aku benci setiap pakaian yang aku suka tidak muat, dan aku benci yang kadang jadi bahan banyolan.
Tertulis di atas kertas bertinta merah bahwa AKU PASTI LANGSING!
Beberapa usaha telah aku lakukan demi kata LANGSING. Mengurangi porsi makan, bahkan tidak makan, olahraga yang berlebih, dan sebagai pelengkap sekaligus puasa tiap hari.
Satu minggu pertama, memang sangat sulit. Ditambah puasa, tanpa sahur dan olahraga sepulang sekolah. Aku hampir menyerah karena sangat membosankan, aku pompa lagi demi kata langsing!
Tapi, kata langsing tidak mampu membendung rasa bosanku, latihanku berakhir di dua minggu pertama. Aku beranikan menimbang badan, dan hasilnyaaa.. its magic! Aku turun 5kg, kaca didepanku tidak lagi mengejek, pencapainan yang lumayan, aku mematut diri menggunakan beberapa pakaian lama, dan benar benar berhasil!
Pencapaian kedua, turun 5kg lagi. Dengan metoda yang sama seperti sebelumnya. Dan alhasil aku berhasil membuang 10kg!
Dalam rumus tiggi dan berat badan, tinggiku yang 162 cm sudah cukup jika berat 55-60 kg, aku termasuk kategori ideal.
Yuhuuuu, langsing aku dapatkan!
Tidak setahun bertahan, beratku mulai merangkak lagi, porsi makan yang tidak bisa aku atur sebelumnya, meskipun beratku tidak kembali ke semula hanya naik beberapa persen.
Lumayan kesal, kesal sekali. Tapi setidaknya aku pernah mencicipi berat ideal. Janjiku, ideal itu pasti aku miliki, bukan hanya dicicipi.
Selamat berjuang menurukan berat badan, montok!
Wednesday, 25 May 2016
Lembar Baru
Setelah vakum dari keterpurukan ga masuk STMM MMTC Yogyakarta akhirnya aku menunggu beberapa pengumuman Snmptn, Sbmptn, Span-Ptkin, Um-Ptkin, dan ujian mandiri yang diadakan kampus.
Sejak lama aku telah mempersiapkan Sbmptn demi PTN yang aku inginkan dan Ilmu Komunikasi sebagai jurusannya.
Kenapa aku mempersiapkannya? Karena entah aku yakin pisan gabakal tembus di jalur rapot. Rapotku uduuuuh *tidak usah dibahas*
Tapi ternyatara jreeeeeng SELAMAT ANDA DINYATAKAN LULUS SNMPTN 2016
HAAAAAAAAAAA? Gasalah liat? Rasanya itu melayang entah bahagiaaaa sekali, suatu hal yang aku anggap sepele tapi tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Dan secara resmi aku LOLOS tanpa harus belajar lagi materi lintas jurusan wkwkwk happy.
Hikmah dari ini semua adalah, bahwa Allah punya rencana lain ketika kita gagal, kegagalan tes pertama di Yogyakarta sempat membuat terpuruk, tapi Allah tau apa yang terbaik bagi hamba-Nya, Allah langsung pilihkan untukku, dikota kelahiranku sendiri tanpa harus mengikuti tes yang rumit.
Allah memang pembuat rencana yang hebat! Kegagalan hanya semata-mata menguji ketakwaan kita, khusnudzon kita, kesabaran kita, ketawakalan kita dan usaha kita.
Berbaik sangka adalah jalan, selalu berpikir bahwa Allah memiliki rencana lain dibalik sebuah kegagalan.
Tetap semangat! Habiskan jatah gagalmu saat muda!
Salam semangat!
Monday, 28 March 2016
KITA BELUM JODOH
Lima kali aku baca bulak balik hasil pengumuman penerimaan mahasiswa baru MMTC 2016 tetap tidak tertera nomor pendaftaran 201600088 atas nama RISMA NUR AIDHA.
Rasanya ingin marah, kecewa, nangis perasaan bersalah apapun!
Tiap kali teringat kenyataan ini aku teringat pula perjuanganku untuk mengikuti tes ini yang mengharuskan tes di kampusnya di Jogjakarta.
Mulai dari pemesanan tiket kereta yang sudah aku rencanakan jauh hari sebelumnya, membereskan biaya administrasi ke bank yang tidak dapat dipungkiri untuk menuju bank darisini dibutuhkan waktu yang panjang, setelah admin selesai disambut dengan hujan yang begitu deras hingga baju seragam putih abuku lusuh kedinginan diterpa hujan, tidak sampai itu, aku harus pergi ke tempat scan, dengan kondisi basah kuyup aku tetap tersenyum karena hasil jerih payahku telah aku selesaikan. Setelahnya aku harus print kartu ujianku, aku pergi ke warnet walaupun cape sepulang sekolah, tapi aku senyum.
Tepat tanggal 6 Maret 2016 hari yang tidak pernah aku lupa, aku harus tetap berjuang sendiri subuh subuh ke stasiun yang berjarak jauh dari tempat asalku, menunggu kereta. Aku bermodal nekat keberanian pergi sendiri walaupun hati merasa takut, tapi demi cita cita aku beranikan diri.
Hingga sampai di stasiun Lempuyangan-Yogyakarta aku basah kuyup karena hujan yang tidak kunjung reda. Masih ada perjuanganku, aku harus menahan rasa malu menumpang tidur di kosan kakak kelasku dulu, semua aku tanggung demi cita cita!
Sampai hari dimana tes di kampus MMTC tanggal 8 Maret 2016, bermodal nekat yang tidak tau dimana lokasi kampus yang aku tuju, aku memesan gojek untuk pergi kesana, tanpa rasa takut.
Perjuanganku belum selesai aku harus mengikuti beragam tes disana hingga aku pulang kembali ke kosan kakak kelasku menggunakan gojek lagi. Perjuanganku yang terakhir tanggal 9 Maret 2016, aku pulang ke tempat asalku naik kereta api lagi, sampai ditempat tujuan tanggal 10 Maret 2016 pukul 02.30 aku memeberanikan diri kembali untuk menumpang tidur di mushala stasiun karena tidak akan ada angkutan umum pada dini hari, aku menunggu hingga pukul 04.30 tapi tetap tidak ada angkutan umum, hingga aku berjalan sedikit demi sedikit mengulur waktu berharap angkutan umum segera datang, akhirnya dia datang setelah aku bejalan setengah jam, dengan lelah akhirnya aku sampai ditempat tujuanku, kosan di Tasikmalaya.
Sedih pasti terasa saat aku mengetahui bahwa aku tidak lulus, tapi sebelumnya aku berkeyakinan bahwa Allah belum meridhoi langkahku, Allah tau bahwa itu akan buruk untukku, Allah punya rencana yang lebih baik dari itu.
Biar perjuanganku bernilai ibadah pada-Nya, meskipun berat aku tidak sanggup.
Mengecewakan kedua orangtuaku, mengecewakan diri sendiri, rasanya aku sangat terjatuh dalam, pengumuman hari ini membuat air mataku berlinang, mungkin terkesan lebay tapi memang aku tidak mampu menampungnya.
Ridho Allah berasal dari ridho orangtua, itu memang benar. Orangtuaku mungkin berharap agar aku bisa tinggal bersama mereka, setelah terus menerus melanglang buana, tapi nafsuku lebih besar, orangtuaku sayang padaku, mereka mengijinkanku lagi untuk melanglang buana. Setelah pengumuman ini aku mulai sadar bahwa keinginan orangtuaku sangat besar untuk aku tinggal di kota kelahiranku, Bandung.
Sedikit catatan kenapa aku melakukannya serba sendiri, karena "Sesulit apapun, jangan menyulitkan oranglain"
Yaa.. selamat tinggal Jogja dan kenangannya, terimakasih atas pengalamanannya dan pelajaran yang telah diberikan.
Kita tidak berjodoh..
Thursday, 10 March 2016
TES MASUK STMM MMTC YOGYAKARTA 2016
Kemarin tepatnya tanggal 7 Maret 2016. MMTC membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang satu tahap satu.
Aku sendiri daftar setelah jauh jauh hari, nomor pendaftaran pun terbilang awal yaitu 201600088.
Aku berangkat nekat nekat bermodal keberanian, akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri dari stasiun Cipeundeuy-Lempuyangan.
Ikut tes ini tuh bener bener kerasa perjuangannya, mulai dari nyari tempat tinggal, booking tiket kereta, sampe pendaftaran ke bank aku urus sendiri, sebelumnya belum pernah aku melakukan ritual seekstrim ini.
Aku memutuskan untuk pergi pada hari minggu 5 Maret 2016, karena kalo pada hari biasa temenku gabisa jemput aku di stasiun, biasa anak kuliahan. Aku selama di Jogja tinggal di kosan kakak kelas ku sewaktu di pondok, dia sensdiri sekarang kuliah di UIN Sunan Kalijaga.
Tepat pada tanggal 7 Maret, waktu yang ditentukan oleh pihak MMTC, aku berangkat menuju kampus yang terletak di Jalan Magelang KM.6.
Berhubung temanku ada jadwal kuliah yang padat banget, lagi lagi aku berangkat sendiri bermodal nekat. Beruntung lagi di kota pelajar ini ada Gojek, langsung aja dong mesen gojek.
Singkat cerita akhirnya aku sampe di gedung MMTC, udah rame brohh, padahal baru jam 8 lebih.
Lalu waktu aku jalan ada bapa bapa minta fotoin sambil tanya "Mba semester berapa? Ini statusnya negeri atau swasta sih?" Waduuh aku jawab aja kalo aku juga baru mau ikut tes, setau aku ini negeri di bawah kominfo.
Semua orang yang rame disana nyiapin berbagai berkas pake amplop coklat ada yang pake map, sedangkan aku cuma pake jepit lambar dan cuma disakuin doang wkwk, kertasnya udah banyak bercak, kebayang kali aku bawa dia dari Garut sampe Jogja.
Lalu disana aku ikut ikutan aja kayak yang udah tau ruangannya, banyak banget ibu ibu sama bapa bapa yang nganterin anaknya, laah aku? Dianterin juga, tapi pake si Mang Gojek heuuuuu..
Di sana aku dapet kenalan baru, dia orang Bekasi, Malang, Probolinggo, Cilacap banyak deh.
Tepat pukul 09.00 aku berangkat bareng temen kenalan aku yang sama ibunya dianterin ke gedung C tempat aku tes CBT. Soalnya berupa Matdas, Indonesia, Inggris sama TPA. Persoal sekitar 20 daaan dikasih waktunya cuma 58 menit, kebut..
Setelah melewati fase pertama, kita semua diarahkan ke ruang wawancara, ruangannya dingin, masuk lorong kayak di film horror serius, gelap pula. Ini sekolah atau lokasi syuting wkwk..
Aku langsung aja ngabsen nama, nggak lama dari itu ada panggilan buat ngikut wawancara.
Sekitar 15 menit dehh aku wawancara, kata temenku aku yang paling lama, iyalah aku ajakin maen catur dulu pewawancaranya wkwk, engga dengg aku ajakin dia ngobrol, dia nanya nanaya aku jawabnya panjaaaaang jadi lama, seru sih pas wawancara, aku ngerasa enjoy aja, nggak ada deg degan kayak ketemu orang spesial wkwk.
Selesai wawancara sekitar pukul 11.00, aku hampir lupa nggak memenuhi kebutuhan perutku, langsung ajalah abis beres tes semua nyari makan dibelakang kampus MMTC, ada yang jualan kupat tahu khas Malang, katanya. Tapi emang itu kupat tahu aku baru ngerasain wkwk. Aku penasaran sama gedung di belakang MMTC itu apa, aku tanya tanya deh ke si emang kupat tahu, katanya itu asrama buat mahasiswa kedinasan, tapi sekarang udah nggak dipake, mahasiswanya udah banyak yang swadana, ooooohh begituuuuu kataku. Sayang padahal itu kawasannya gede.
Abis memenuhi perut, aku memutuskan buat keliling dulu dehh sekitar kampus. Kampusnya kecil sih, dibanding kampus kampus ternama di Jogja, tapi buat mahasiswa sana kan nggak banyak banyak amat jadi segitu kampusnya gede laah, diikuti fasilitas yang lengkap semuaaaa..
Udah mau adzan, aku memutuskan buat sholat dulu di masjid belakang kampus MMTC, ya itu samping asrama.
Beres itu semua aku pulang dan dijemput lagi dehh sama si mang gojek heuuu :'
Pengalaman yang tidak pernah terlupa bisa ikut tes di sini dan bisa berlama lama tinggal di Jogja, jadi kangeeen..
Silakan bagi yang mau daftar, MMTC masih membuka pendaftaran bagi gelombang II, atau buka aja webnya mmtc.ac.id tengkyuuu semoga bermanfaat
Kupat Tahu Malang, Tugu Jogja, Mang Gojek
Thursday, 25 February 2016
Masa Sekolah Menengah Atas Bagian Dua
Tapi bagaimanapun juga dimasa inilah kita diuji kesabaran. Sebelum kita ngucapin goodbye jadwal piket! Upacara! Seragam! Kita harus dihadapkan dengan rasa malas yang mendominasi hidup kita. Ngerasa nggak sih kalian?
Tapi kita gabisa biarin diri kita terjerumus dalam jurang itu, karena sedikit kita lalai bisa bisa kita nggak lulus, dan harus mengulang setahun lagi, kebayang kaaaann, upara lagi, seragam lagi blablabla.
Menurut guru Bahasa Indonesia disekolah tercintaku ini, kelas duabelas adalah gerbang perbatasan dari masa remaja kita menuju dewasa, jadi kita udah nggak pantes lagi buat manja manjaan cuy, udah nggak pantes lagi rengek rengek kayak anak SMA, kita udah dihadapkan pada dunia sebenarnya, terjun di masyarakat, hayooo loh gimana nanti?
Udah tau konsekuensinya kayak gitu, tapi kadang kita sering menegeluh pengen cepet mengakhiri masa-masa yang menurut aku sih udah monoton, mengakhiri masa putih abu abu ini.
Kita coba buat sabar mengnyelami hari hari di kelas duabelas ini, tapi hasrat nggak sabar pengen cepet cepet lulus teruuuuus aja menghantui, entah. Itu hal biasa.
Jadi kesimpulannya adalah semonotonpun kita di kelas duabelas nikmati sajaaaa, karena setelah ini kita udah nggak pantes lagi pake seragam yang kita kenakan saat ini, nikmati masa masa di sekolah, dikelas bareng temen, betah berlama lama disekolah seharian *ganyambung*
Intinyaaaaa, sabar dan nikmati ^^
Wednesday, 24 February 2016
Suka Duka Jadi Anak Kosan
Halohaaaa lagiiiiii.
Kali ini aku bakal cerita tentang kehidupan aku selama tinggal dirantau. Langsung aja, cekidot.
Memilih untuk merantau adalah suatu hal yang butuh pertimbangan, memang dalam Islam kita dianjurkan untuk merantau agar kita bisa tau bagaimana pedihnya hidup di negeri orang, agar kita bisa hidup mandiri.
Menjadi anak rantau bukan sesuatu yang asing lagi, berbagai macam tujuan kita untuk merantau diantaranya menimba ilmu, mencari kerja, cari jodoh mungkin hihi, dan berbagai macam alasan lainnya.
Nah ketika merantau kita pasti butuh tempat tinggal kan? Yakali mau tidur di pom bensin atau pindah dari masjid ke masjid yang lain hihi enggak dong.
Nah biasanya anak rantau memilih tinggal dikosan atau kontrakan kecil kecilan, kayak aku sekarang ini.
Hidup di rantau bukan hal yang gampang broooo, butuh mental, keberanian, percaya diri, dan yang paling penting butuh duit hihi.
Apalagi buat kalian yang rantaunya jauh dari rumah, kita harus belajar bahasa yang mereka biasa gunakan, budaya yang mereka terapkan, kita harus tau karakter pertiap orang, aku tau mempelajari bahasa baru itu bukan hal yang mudah, akupun pernah merasakannya, muak, gangerti, pengen muntah, mual segala bercampur.
Jadi anak rantau siap siap disiksa rindu brooo, rindu sama pacarmah laah lewat, inimah rindu semuanya yang ada di kampung kita, dari hal kecil sampe yang besar kita pasti akan merindukannya.
Jadi anak rantau itu enaknya kalo pulang pasti disambut meriah oleh keluarga, dan jgn lupa jadi anak rantau itu semakin mendekatkan kita pada keluarga.
Saat kita merantau kita akan tinggal di sebuah rumah yang disebut kosan atau kontrakan, ditempat kotak plus sumpek inilah kita akan tinggal.
Berkenalan dengan orang baru, tempat baru dan suasana yang baru.
Untuk penghuni kosan cewe, biasanya mereka sibuk buat berebut wc, buat masak, tapi kebersamaannya yang tidak akan terlupa.
Pasti ada diantara kita perselisihan, tapi namanya serumah alias sekosan rasa gasuka kita gabisa kita tunjukan, karena bagaimanapun juga mereka adalah keluarga kita dirantau.
Semakin hari, pasti kita semakin dekat, layaknya keluarga. Tidak asing lagi untuk membuka diri, tidak akan lagi ada rasa benci diantara kita, meskipun rasa kesal kadang ada.
Tapi hal ini berlaku untuk kosan yang isinya banyak, nggak sendiri sendiri yaaa :p
Mereka bagai keluarga baru bagi kita, suka kita bagi bersama duka bersama, suka ketika diantara kita yang baru dikirim orangtuanya makanan, duka ketika akhir bulan dan makan hanya ada nasi dan garam. Semuanya kalian akan rasakan ketika menjadi anak rantau dan tinggal dikosan.
Sebenarnya apa yang orang bilang jadi anak kosan bakal kurus itu bohong besaaaar, justru sebaliknya. Malah tambah gendut, gimana enggak kita makan selalu nikmat, bukan karena lauknya tapi karena kebersamaannya.
Rasanya akupun tidak terasa sudah hendak mengakhiri masa SMA dirantau, suka duka telah aku telan hidup dinegeri orang.
Bagi kalian yang hendak marantau, semoga siberi kelancaran oleh Allah, semoga tulisan ini bermanfaat, sekian.
Galeri anak kosan
TRIK MEMBERSIHKAN BAGIAN DALAM TEMPAT AIR MINUM BOTOL TUPPERWARE
Sebenernya trik ini bisa buat botol selain Tupperware, bisa diaplikasikan pada botol air minum yang lain.
Sesuai dengan judulnya, kali ini aku bakal share cara membersihkan bagian dalam botol minum.
Seringkali botol minum yang bisa digunakan berulang pada bagian dalamnya sering muncul bau tidak sedap, kotor, ini itu lah, berbagai macam problem deh, contoh botol air minum, itu Tupperware, bukan iklan atau sponsor nih yeeee wkwk.
Bisa dibilang trik ini konyol, aku sendiri mendapat trik ini dari Bapaku, ketika aku pulang kampung bawa botol minum kotor, lalu Bapak ngomel dan memberi tips ini, kurang lebih seperti itu tragedinya.
Langsung aja ke TKP.
Pertama, pastikan kalian punya botol air minum yang bisa digunakan berulang yaa, wkwk
Kedua, isi botol tersebut dengan air, dikit aja, 1/4 deh. Pokonya dikittt.
Ketiga, penting nih, masukan beras kedalam botol air minum tersebut, dikit gausah seleter broo.
Keempat, tutup dulu botol air minum tersebut lalu kocok kocok sesuai dengan kekuatan tenaga kita, sekitar 15/10 menit kita kocok, buang air dan beras sisa kocokan tadi.
Kelima, cuci bagian luar botol air minum dengan cairan pencuci piring biasa sampe kinclonggg.
Beres deh, gampangkan? Cara ini sudah terbukti oleh penulis sendiri, silakan bagi yang butuh untuk mengaplikasikannya.
Semoga bermanfaat.
TRIK KETIKA RESLETING MACET
Resleting macet? Haduuuh males banget kan kalo harus ganti?
Apalagi kalo kita mau pergi, lagi terdesak, atau lagi buru buru? Sleting macet bisa jadi menggagalkan serangkaian kita lohh.
Contoh kecil yang sempet aku alami, ketika mau berangkat sekolah, gila banget kan, ternyata rok sekolah resletingnya rusak, dipaksain malah tambah rusak, ke tukang jahit dulu sekolah udah pada bubar, gimana nih?
Maka dari itu semua, tulisan ini adalah alasan supaya kalian nggak mengalami apa yang aku alami. Trik konyol tapi semoga bermanfaat.
Ketika sleting kalian doll atau rusak, itu tenyata gampang banget, kalian tinggal gosokin lilin di bagian sletingnya, ratain semua sampe licin. Tau lilin kaaan, tau dong alternatif ketika mati lampu itu, kebangetan wkwk.
Nah kalo masih bandel juga tuh sleting gamau nyatu, kalian tinggal turun naikin aja terus sletingnya, dikit dikit tambahanin lilinnya.
Jadi deh sletingnya bener lagi, gausah beli yang baru dong kalo udah tau triknya, gausah jauh jauh ke tukang jahit dong, kecuali yg ibunya tukang jahit hihi.
Sekian, semoga bermanfaat
CARA SCAN KERTAS KE BENTUK FILE MELALUI ANDROID
Halohaaaaaa, apa kabar cemuanyanya? Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan kita, Aamiin.
Sekarang aku mau bagi ilmu nih tentang scan kertas ke bentuk file.
Awalnya kemaren sore pas hujan hujan pergi ke bank buat transfer, daaan bukti transfer itu harus dikirim online alias musti berbentuk file, ngga ada cara lain tuh, harus scan biar jelas. Mondar mandir sana sini nyari fotokopian yg bisa nyeken ehh gadapet, mana ujan lagi.
Mulai dari sana aku bingung, lalu coba meluncurrrrr ke siom gugel, ehh ada deng yg post gimana caranya, langsung aja nih cekidot..
Pertama, buka Google Playstore
Kedua, ketik di bagian pencarian "Canscanning"
Ketiga, klik aplikasi
Keempat, download langsung tuh aplikasi
Kelima, tunggu sampe beres deh wkwk.
Itu aplikasi keyen binghgaw, jadi cara kerjanya bukan kertasnya kita tempel di atas layar hape andro kita ya, bukan.
Pertama buka dulu aplikasinya, kita login gampang kok, masukin email doang. Lalu kita foto kertas yang mau kita scan, cekrek. Gajelas misal, gapapa nanti pas di aplikasinya bakal jelas kok, tenang. Biar aplikasinya jalan dan nyesuain segede gimana yg mau di scan atau bisa sesuain sendiri ukurannya, centang ceklis, udah deh, beres, gampang kan? Filenya bisa berbentuk Pdf, Jpg gitu gitu deh.
Ukuran apllikasinya juga kecil, cuma 21 mb kurang lebih
Sekiannnn, semoga bermanfaat. ^^
Wednesday, 17 February 2016
Harta Terindah
Ketika sebuah masalah datang, mereka selalu ada.
Kami adalah keluarga yang sederhana, tapi romantis.
Terdiri dari Bapak Sutrisno, Ibu Ai Wartini , Kakak laki-lakiku terganteng Rahmah Ferdiansyah, dan aku sediri.
Biar aku ceritakan sedikit sedikit dari sifat mereka.
Pertama, Bapak. Wuihhhh dia itu bapak tekeren sejagat raya, perjuangnnya, tanggung jawabnya. The real bapake in the world wkwk. Tapi serius, dia nggak pernah ngeluh masalah keadaan keluarga, baik dari luar maupun dari dalam. Dia selalu ingin terlihat baik di depan anak-anaknya yang sering kurang peka, padahal dia menyimpan segudang masalah, ini itu, tapi tetap dia nggak mau kita tau. Hobinya sama banget sama aku, jalan jalan, travel, kuliner, menjelajah. Pengetahuannya tentang dunia membuat aku jadi ingin tau juga. Paling aku suka darinya adalah, dia selalu ngasih ijin apapun yang aku kerjakan, dia mendukung, selama kegiatannya positif.
Rasanya aku rindu makan bakso bersamanya, jalan bersama, tertawa saat di dapur gara gara masakan kita nggak ada yang bener, rindu masa bersama di ruang tamu sambil mijitin kakinya yang pegal demi menghidupi keluarga kami, rindu saat berlibur berdua. Apapun tentangnya aku rinduuuuuu..
Kedua, mamah. Nah ini nih wanita super hero yang melengkapi hidupku. Malaikat tanpa sayap yang nggak pernah lelah ngurusin keluarga.
Aku dan mamahku sangat berbeda, dari segi wajah, badan wkwk, sifat semuanya deh, hampir mendominasi tidak ada dalam diri aku. Mamah lebih peka, aku orangnya kurang peka. Mamah rajin, aku males. Mamah penakut, aku juga wkwk, engga deh mamah lebih kepenakut anaknya kenapa napa gitu, aku lebih seneng jalan sendiri, mamah gapernah berani meskipun beli martabak kedepan doang wkwk.
Koki terkereeeeen, Farah Quin lewaaat, masakan mamah adalah masakan paling favorit di keluargaku, pinter masak ceritanya.
Nggak ada kata lain selain apa ya, aduuuh sulit sekali diungkapkan, aku tidak mampu menggambarkannya, saking bahagianya mempunyai mamah sepertinya, aku merasa menjadi orang paling beruntung.
Ketiga, si kaka gantengkuuu satu satunya. Kita berbeda 5 tahun, lumayan jauh. Tapi apa? Kita nggak pernah akur, setiap kali ketemu pasti ada bahan buat pertengkaran kita, entah masalah pekerjaan rumah, eh omong omong sebelumnya nih, di keluarga kami pekerjaan rumah di bagi bagi, masing masing pegang minimal satu kerjaan rumah, gitu.
Nah lanjut, makananpun kita masih sering bertengkar, kadang kesel banget sama dia, kenapa dia diciptkan laah, apa laah ini itu segalanya. Bahkan saat lebaranpun aku nggak pernah minta maaf sama dia wkwk
Tapi semuanya berubah sejak aku masuk SMA, mungkin udah pada dewasa, lalu aku juga jauh dari mereka, mungkin dia kangen bertengkar sama aku, entah apa sejak itu semuanya berubah, dia jadi baiiiiiiik, bertengkar masih lanjut, tapi galama, gitu. Malah lebih kompak.
Bagaimanapun jugaaa aku rinduuuuu pada mereka, sekarang kita semua terpisah oleh jarak ratusan kilo meter, semakin sulit untuk bisa berkumpul makan bakso bersama seperti dulu.
Aku harus menyelesaikan sekolahku, kakakku dan bapak sama sama dipindahkan ke daerah Tangerang, sementara mamahku jaga rumah hanya sediri di Bandung.
Ternyata keromantisan sebuah keluarga terungkap saat kita saling berjauhan, itu kerasa banget. Kangen.
Aku selalu meminta meskipun kita berpencar, tapi keluarga romantis kita jangan pernah terpencar.
Rinduuuuuu sekali rasanya pada mereka. Semoga Allah tetap menjaga keluargaku, Aamiin..
Sekian yaaaa,... see u
Thursday, 4 February 2016
Ketika hati belum rela melupakan
Assalamualaikuum.
Dalam bahasan kali ini cukup lebay, tapi biar kekinian gitu kayak orang orang, maka aku ciptakan postingan lebay ini cekidott..
Dalam hidup rasanya tidak mungkin kita tidak mengenal cinta pun rasa sayang. Entah itu perasaan cinta sayang pada orangtua, kakak, suami, istri, anak atau siapapun dan apapun.
Biar kita artikan apa itu cinta. Cinta adalah rasa kecenderungan ingin memiliki sesuatu. Cukup jelas.
Lalu apa jadinya setelah kita memilikinya kita dipaksa untuk melupakannya? Membuang jauh semua rasa? Pasti berat bukan.
Merasa sangat kehilangan, apalagi dia yang telah merubah hidup kita, merubah pribadi kita. Memang bukan kemustahilan, tapi memang setidaknya kemungkinan.
Melupakan itu rasanya seperti menyabut gigi yang tidak longgar. Melupakan itu rasanya bagai melupakan diri sendiri, itu tidak mungkin.
Lalu apa selain melupakan? Membenci? Membencipun tidak jauh berbeda, membenci orang yang kita cintai bagai membeci diri sendiri pula, jawabannya tidak mungkin juga, toh tiap hari diri sendiri kita rawat, tiap jengkal kita perhatikan.
Berat memang menghapus figur yang kita banggakan, apalagi telah menjadi bagian dalam hidup kita.
Dari sekelumit masalah diatas, ada sebuah jawaban. Tentu berat, apa?
Mengikhlaskan, biarkan dia pergi.
Biarkan hati menerima kepergiannya, jangan disumbat.
Ingat, semuanya dari Allah akan kembali pada Allah.
Belajar ikhlas..
"Bagaimana kita bisa memiliki, sedang pada hakikatnya dirisendiri pun bukan milik kami"-Tere Liye
Wednesday, 3 February 2016
PONDOKKU, PESANTREN SURYALAYA
Assalamualaikuuuum, hai kali ini aku mau ceritain dikit nih tentang Pondok Pesantren Suryalaya plus kehidupan aku selama rantau disini, kalo mau tau banyak pesantren aja di sini yakkk.. hehe.
Oke, kita mulai. Pondok Pesantren Suryalaya berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Suryalaya diambil dari kata Surya yang artinya terbit dan Laya artinya tempat, jadi kalo disatuin kurang lebih artinya Tempat Terbit.
Suryalaya juga terkenal dengan panggilan Kajembaran Rahmaniah, Kajembaran (kabeungharan) artinya Kekayaan dan Rahmaniyah artinya memiliki sifat kasih sayang Allah, sebenarnya banyak arti luas, ini hanya sebagian kecil aja, yang aku ketahui.
Suryalaya didirikan pada 05 September 1905, jadi sekarang Suryalaya genap 105 tahun.
Pendiri Ponpes Suryalaya yaitu Syekh Abdullah Mubarok bin Noor Muhammad dikenal dengan abah sepuh, lalu diturunkan pada putranya Syekh Ahmad Shohibul Wafataajul Arifin atau dikenal juga dengan panggilan Abah Anom (mursyid TQN 37).
Tinggal di rantau tepatnya di Suryalaya ini aku sendiri banyak mengalami perubahan, yang pasti lebih dewasa, gimana enggak gitu, hidup di rantau kita harus pintar pintar ngurus diri sendiri, ngatur uang pengeluaran, ngatur waktu, apalagi di Ponpes Suryalaya ini kegiatan sekolah dan kegiatan pesantren sama sama sibuknya.
Di Ponpes Suryalaya ada beberapa jenjang pendidikan, dari mulai Paud, TK, SD, SMP, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMK, SMA dan Perguruan Tinggi. Semuanya dibawah naungan Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya, aku sendiri sekolah di Madrasah Aliyahnya, kenapa?
Pertama, Aliyah itu deket dengan lokasi masjid besar Nurul Asror, masjid jami Ponpes Suryalaya.
Kedua, di Madrasah Aliyah kita juga nggak cuma dapet pelajaran umum tapi juga pelajaran agamanya, ada nilai plus nya nih.
Ketiga, emang pas daftar gatau ada SMK atau SMA, hehe. Tapi meski gitu aku tetep bakal pilih Aliyah, karena ada nilai plus tertentu.
Di Ponpes Suryalaya, kita bisa pilih tinggal di asrama tentunya asrama putri dan putra, ataupun tinggal di kos kosan biasa. Kenapa? Karena buat mondok disini kita nggak diwajibkan tinggal di asrama, mungkin karena lokasinya yang berbaur langsung dengan masyarakat.
Buat pesantrennya sendiri waktu ngajinya terbagi 4 sesi waktu.
Pertama, bada shubuh.
Kedua, bada ashar.
Ketiga, bada maghrib.
Keempat, bada isya.
Eitts jangan bilang beres dulu, sesudah ngaji bada isya kita langsung mengikuti kegiatan sholawatan, sholat sunnah Istikharah, Mutlak, dan Hajat secara berjamaah. Setelah itu apa lagi? Masih ada kegiatan yaitu penghukumann, enggggg.. bagi yang nggak ngaji satu waktu, dikenakan hukuman oleh pihak Amn Ponpes. Nah, setelah itu baru bisa pulang, sekitar pukul 21.30 kurang lebih kegiatan berakhir.
Nah, untuk sekolah formalnya, kalo aku sendiri kan di Aliyah, itu kegiatan formal belajarnya pukul 07.00 hingga 15.00, cape pasti dong.
Nah ini nih nilai plus yang tadi aku bilang sekolah di Aliyah, jadi pas waktu istirahat sekitar pukul 10.00 siswa Aliyah bisa mengerjakan sholat Dhuha, dan istirahat ke dua pukul 12.00 kembali berjamaah sholat Dhuhur, kerenkan?
Hingga sekarang, nggak kerasa. Aku sendiri sudah menginjak kelas XII di Aliyah ini, tinggal 3 tahun di ranah orang, suka duka hidup terasa, nggak ada kata manja manja. Sakit, yaudah urus sendiri, nyuci sendiri, masak sendiri, ehh bagi yang masak tergantung lokasi tempat tinggalnya, kalo asrama sih ya dimasakin, kalo aku tinggal di kosan.
Yaudahlah, segitu aja cerita dari aku, buat yang kepo pengen tau lebih, tunggu pos selanjutnyaaa, byeee...