Monday, 15 April 2019

Kereta Api Pangandaran



Awal tahun 2019 lalu moda transportasi PT KA Indonesia meluncurkan kereta baru yang diberi nama Pangandaran. Rute stasiun yang dilewati kereta ini dimulai dari Stasiun Gambir dan berakhir di Stasiun Banjar. Dasar dari dilahirkannya kereta baru ini untuk lebih mengenalkan potensi daerah di Jawa Barat, khususnya di Pangandaran, sehingga akan lebih mudah dijangkau para wisatawan dari luar daerah.
Awal tahun lalu kereta ini akhirnya launcing dan resmi di berlakukan. Tapi sayangnya hanya untuk satu bulan pertama saja. Untuk kereta api Pangandaran ini tarif yang dikenakan bagi penggunanya hanya Rp.1.000,- untuk satu kali perjalanan sampai Stasiun Bandung, jika sampai Stasiun Gambir tarif yang dikenakan Rp. 110.000,-. Harga yang cukup fantastis dan sangat gurih bagi para traveller, bukan?
Harga tersebut berlaku hanya sampai tanggal 31 Januari 2019. Tidak muluk-muluk, PT KAI ini memberlakukan harga Rp. 1.000,- untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium lho! Aku yang sangat beruntung tempo hari itu mendapatkan tiket kereta Pangandaran kelas Eksekutif dengan harga yang begitu fantastis!
Rencana trip liburan ke Pangandaran sebenarnya sudah terencana ratusan hari sebelum KA Pangandaran ini dikeluarkan. Hanya saja waktu dan kondisi keuangan yang belum tepat. Karena berbagai pertimbangan salah satunya karena transportasi. Ketika KA Pangandaran ini launcing dengan harga yang minim tanpa berpikir panjang hari itu aku memesan langsung tiket perjalanan ke Pangandaran satu set dengan pulang dan pergi.
Tapi ada yang sangat disayangkan, ternyata dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran menempuh jarak yang cukup jauh. Dari Stasiun Banjar aku harus menggunakan transportasi angkot yang mengantarkanku ke Terminal Banjar dengan tarif  Rp.3.000,-. Kali itu aku berencana untuk ke Cijulang, lebih jauh dari Pangandaran. Perjalanannya hampir memakan tiga jam setengah menggunakan bus Budiman ¾ yang tidak cukup nyaman. Ongkos yang dikeluarkan Rp. 35.000,-  untuk sampai di terminal Cijulang dan Rp.25.000,- untuk sampai di Pangandaran.

Menurut pernyataan orang-orang setempat, dulu memang ada moda transportasi kereta api yang menuju langsung ke Terminal Cijulang dari Terminal Banjar. Dan itu terbukti dengan adanya rel kereta berkarat yang terlihat ketika aku melewati jalanan menuju Cijulang. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya jalur kereta penghubung ini sudah tidak di aktifkan. Bagiku, itu sangat disayangkan. Padahal kereta api lokal tersebut bisa jadi alternatif baru buat para pelancong, traveler ataupun pemudik yang mau pulang ke daerah Pangandaran atau Cijulang. Supaya lebih mudah, cepat dan nyaman. Terutama bagi para wisatawan yang hendak ke Pangandaran atau Cijulang.
Padahal potensi wisata yang ada di Pangandaran akan lebih terkenal karena mudahnya akses menuju lokasi wisata dan pemasaran wisatanya. Pengembangan industri pariwisata memiliki pengaruh yang cukup tinggi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat daerah lokal, terutama masyarakat asli yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Karena pariwisata menjadi  industri sektor utama, maka sektor unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian tentu dari pariwisatanya.
Terutama bagi daerah yang merupakan otonomi baru seperti Kabupaten Pangandaran yang belum lama berpisah dari Ciamis agar tidak menjadi daerah yang tertingal, dengan memiliki potensi pariwisata, seharusnya menjadi sebuah batu loncatan untuk mengembangkan daerah tersebut dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Apalagi wisata pantai yang ada di Pangandaran begitu indah dan sudah terkenal, Green Canyon, Citumang dan sederet wisata indah lainnya. Pangandaran punya potensi wisata yang bagus untuk mengharumkan Jawa Barat.
Dengan adanya KA Pangandaran menurutku sudah bagus untuk mengenalkan wisata yang ada di Pangandaran. Dan nama yang diambil untuk KA nya pun begitu fokus yaitu “Pangandaran”. Meskipun untuk menuju Pangandaran para wisatawan harus berusaha lagi menggunakan moda transportasi lain. Semoga trasnportasi Kereta di Indonesia semakin maju dan bisa mengerti kebutuhan para penggunanya terutama bagi para traveller dengan tidak memasang harga yang terlalu mahal.




No comments:

Post a Comment