Awal
tahun 2019 lalu moda transportasi PT KA Indonesia meluncurkan kereta baru yang
diberi nama Pangandaran. Rute stasiun yang dilewati kereta ini dimulai dari
Stasiun Gambir dan berakhir di Stasiun Banjar. Dasar dari dilahirkannya kereta
baru ini untuk lebih mengenalkan potensi daerah di Jawa Barat, khususnya di
Pangandaran, sehingga akan lebih mudah dijangkau para wisatawan dari luar
daerah.
Awal
tahun lalu kereta ini akhirnya launcing dan resmi di berlakukan. Tapi sayangnya
hanya untuk satu bulan pertama saja. Untuk kereta api Pangandaran ini tarif
yang dikenakan bagi penggunanya hanya Rp.1.000,- untuk satu kali perjalanan
sampai Stasiun Bandung, jika sampai Stasiun Gambir tarif yang dikenakan Rp.
110.000,-. Harga yang cukup fantastis dan sangat gurih bagi para traveller,
bukan?
Harga
tersebut berlaku hanya sampai tanggal 31 Januari 2019. Tidak muluk-muluk, PT
KAI ini memberlakukan harga Rp. 1.000,- untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium
lho! Aku yang sangat beruntung tempo hari itu mendapatkan tiket kereta
Pangandaran kelas Eksekutif dengan harga yang begitu fantastis!
Rencana
trip liburan ke Pangandaran sebenarnya sudah terencana ratusan hari sebelum KA
Pangandaran ini dikeluarkan. Hanya saja waktu dan kondisi keuangan yang belum
tepat. Karena berbagai pertimbangan salah satunya karena transportasi. Ketika
KA Pangandaran ini launcing dengan harga yang minim tanpa berpikir panjang hari
itu aku memesan langsung tiket perjalanan ke Pangandaran satu set dengan pulang
dan pergi.
Tapi
ada yang sangat disayangkan, ternyata dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran
menempuh jarak yang cukup jauh. Dari Stasiun Banjar aku harus menggunakan
transportasi angkot yang mengantarkanku ke Terminal Banjar dengan tarif Rp.3.000,-. Kali itu aku berencana untuk ke
Cijulang, lebih jauh dari Pangandaran. Perjalanannya hampir memakan tiga jam
setengah menggunakan bus Budiman ¾ yang tidak cukup nyaman. Ongkos yang
dikeluarkan Rp. 35.000,- untuk sampai di
terminal Cijulang dan Rp.25.000,- untuk sampai di Pangandaran.
Menurut
pernyataan orang-orang setempat, dulu memang ada moda transportasi kereta api
yang menuju langsung ke Terminal Cijulang dari Terminal Banjar. Dan itu
terbukti dengan adanya rel kereta berkarat yang terlihat ketika aku melewati jalanan
menuju Cijulang. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya jalur kereta penghubung
ini sudah tidak di aktifkan. Bagiku, itu sangat disayangkan. Padahal kereta api
lokal tersebut bisa jadi alternatif baru buat para pelancong, traveler ataupun
pemudik yang mau pulang ke daerah Pangandaran atau Cijulang. Supaya lebih
mudah, cepat dan nyaman. Terutama bagi para wisatawan yang hendak ke
Pangandaran atau Cijulang.
Padahal
potensi wisata yang ada di Pangandaran akan lebih terkenal karena mudahnya akses
menuju lokasi wisata dan pemasaran wisatanya. Pengembangan industri pariwisata
memiliki pengaruh yang cukup tinggi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat
daerah lokal, terutama masyarakat asli yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Karena
pariwisata menjadi industri sektor
utama, maka sektor unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian tentu dari
pariwisatanya.
Terutama
bagi daerah yang merupakan otonomi baru seperti Kabupaten Pangandaran yang
belum lama berpisah dari Ciamis agar tidak menjadi daerah yang tertingal,
dengan memiliki potensi pariwisata, seharusnya menjadi sebuah batu loncatan
untuk mengembangkan daerah tersebut dan meningkatkan pendapatan asli daerah
dari sektor pariwisata. Apalagi wisata pantai yang ada di Pangandaran begitu
indah dan sudah terkenal, Green Canyon, Citumang dan sederet wisata indah
lainnya. Pangandaran punya potensi wisata yang bagus untuk mengharumkan Jawa
Barat.
Dengan
adanya KA Pangandaran menurutku sudah bagus untuk mengenalkan wisata yang ada
di Pangandaran. Dan nama yang diambil untuk KA nya pun begitu fokus yaitu
“Pangandaran”. Meskipun untuk menuju Pangandaran para wisatawan harus berusaha
lagi menggunakan moda transportasi lain. Semoga trasnportasi Kereta di
Indonesia semakin maju dan bisa mengerti kebutuhan para penggunanya terutama
bagi para traveller dengan tidak memasang harga yang terlalu mahal.
No comments:
Post a Comment